Gali Kreativitas Lewat Botol Bekas, Kepala SDN 74 Songgela Pimpin Apel MPLS Hari Ke-3 Berkarakter 'MATUPA BISA'
KOTA BIMA – Memasuki hari ketiga Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), SDN 74 Songgela Kota Bima menghadirkan nuansa berbeda dan penuh inovasi. Apel pagi yang digelar pada Rabu (15/7) dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah, Ibu Nur Fitriany, S.Pd., dengan mengusung konsep edukasi berbasis lingkungan guna membentuk karakter unggul peserta didik baru.
Dalam apel pagi kali ini, para siswa diajak melakukan aksi nyata memanfaatkan limbah di sekitar mereka. Menggunakan botol bekas Aqua, dedaunan, dan sampah plastik, para siswa baru ditantang untuk menyusun rancang bangun kreatif. Aktivitas ini bukan sekadar kerajinan tangan, melainkan sebuah visualisasi dari nilai-nilai MATUPA BISA yang menjadi fondasi karakter di SDN 74 Songgela.
MATUPA BISA merupakan akronim dari: Mandiri, Amanah, Tanggung jawab, Ulet, Patuh, Akhlak mulia, serta Bersih, Indah, Sehat, dan Asri.
Kepala SDN 74 Songgela, Ibu Nur Fitriany, S.Pd., dalam amanatnya menyampaikan bahwa inovasi rancang bangun dari bahan bekas ini sengaja dipilih untuk merangsang daya pikir kritis sekaligus kepedulian lingkungan sejak dini.
"Melalui botol dan plastik bekas ini, kita mengajarkan anak-anak bahwa sesuatu yang dianggap sampah pun bisa bernilai jika dikelola dengan kemandirian dan keuletan. Proses menyusun dedaunan dan plastik ini juga melatih tanggung jawab mereka terhadap kebersihan sekolah agar tetap indah, sehat, dan asri," ujar Ibu Nur Fitriany.
Suasana apel berlangsung interaktif dan penuh semangat. Para siswa baru terlihat antusias merangkai bahan-bahan bekas tersebut secara mandiri dan berkelompok, mencerminkan nilai-nilai gotong royong dan akhlak mulia dalam bekerja sama.
Dengan adanya inovasi pembelajaran karakter lewat aksi peduli lingkungan ini, SDN 74 Songgela Kota Bima berharap para siswa baru tidak hanya mengenal lingkungan fisik sekolah, tetapi juga mampu menginternalisasi nilai MATUPA BISA dalam perilaku sehari-hari selama menempuh pendidikan ke depan.